Rabu, 13 Desember 2017

Wawancara Dengan Narasumber

I.                   Standar Kompetensi
Mengungkapkan pikiran, pendapat, perasaan, fakta secara lisan dengan menanggapi suatu persoalan,      menceritakan hasil pengamatan, atau berwawancara.
II.                Kompetensi Dasar
Berwawancara sederhana dengan narasumber ( petani, pedagang, nelayan,  karyawan dll ) dengan memperhatikan pilihan kata dan santun berbahasa.
Wawancara dengan narasumber

Wawancara adalah suatu cara untuk mengumpulkan data atau memperoleh informasi dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber atau otoritas. Narasumber adalah orang yang member (megetahui secara jelas tentang sebuah informasi) atau sebagai  sumber informasi (informan).
Adapun tujuan wawancara adalah sebagai berikut:
  1. bahan informasi,misalnya berkaitan dengan masalah sosial,politik,ekonomi,dll
  2. bahan opini,misalnya pendapat dan tamggapan narasumber terhadap suatu masalah.
  3. bahan ceriat,misalnya untuk mendukung penulisan karya sastra.
  4. bahan biografi,misalnya riwayat hidup tokoh yang akan ditulis.
Wawancara berdasarkan pelaksanaannya dapat dibedakan menjadi sebagai berikut:
  1. wawancara terstruktur,yaitu wawancara yang dilaksanakan secara terencana dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah disiapkan.
  2. wawancara tidak terstruktur,yaitu wawancara yang tidak berpedoman pada daftar pertanyaan.
Wawancara memiliki 7 jenis,yaitu:
  1. wawancara bebas,yaitu wawancara yang susunan pertanyaannya tidak ditentukan lebih dulu dan pembicaraannya tergantung kapada suasana pembicara.
  2. wawancara terpimpin,yaitu wawancara dengan memakai daftar pertanyaan yang sudah disiapkan terlebih sebelumnya.
  3. wawancara individual,yaitu wawncara yang dilakukan seseorang dengan responden tunggal.
  4. wawancara kelompok,yaitu wawancara yang dilakukan terhadap sekelompok orang dalam waktu bersamaan.
  5. wawancara konferensi,yaitu wawancara antara seorang pewawancara dengan sejumlah responden atau sejumlah pewawancara dengan seorang responden.
  6. wawancara terbuka,yaitu wawancara yang berdasarkan pertanyaan yang tidak terbatas jawabannya.
  7. wawancara tertutup,yaitu wawancara berdasarkan pertanyaan yang terbatas jawabannya.
Tahap-tahap wawancara,yaitu:
  1. menentukan topik wawancara
  2. menentukan narasumber yand disesuaikan dengan topik wawancara.
  3. mengetahui identitas narasumber secara umum
  4. menghubungi atau mengkonfirmasi narasumber yang akan diwawancarai
  5. membuat garis besar atau daftar pertanyaan
  6. mempelajari masalah yang berkaitan dengan topik wawancara
  7. mempersiapkan alat Bantu untuk mencatat hasil wawancara
Ketika wawancara dengan narasumber,ada beberapa hal yang perlu diperhatikan (etika/sopan santun), yaitu sebagai berikut:
  1. datang tepat waktu sesuai dengan perjanjian
  2. bersikap sopan santun,wajar dan ramah
  3. dahulukan pertanyaan yang ringan dan sederhana
  4. bertanya dengan kalimat yang jelas dan singkat sesuai dengan topik wawancara
  5. hindari pertanyaan yang bersifat pribadi
  6. mencatat hal-hal yang penting hasil wawancara dan menyimpulkannya sendiri
  7. jangan menyela apabila narasumber sedang berbicara
  8. selesai wawncara ucapkan terima kasih
Contoh wawancara sederhana
Nara Sumber : Petani
Topik              : Meningkatkan Mutu Hasil Panen.
Daftar Pertanyaan :
1. Bagaimanakah hasil panen padi tahun ini pak ?
2. Apakah hasil panen tersebut dapat ditingkatkan lagi ?
3. Bagaimana dan langkah-langkah apa saja yang dapat bapak lakukan untuk meningkatkan hasil panen bapak ?
4. Berapa kali bapak memberikan pupuk pada tanaman padi bapak ?
5. Dalam 1 tahun berapa kali panen yang bapak lakukan?
6. Kami sudah merasa cukup atas informasi yang bapak berikan, kami mengucapkan terima kasih dan semoga panen bapak sangat memuaskan.
Wawancara   :
Siswa   : Bagaimanakah hasil panen padi tahun ini pak ?
Petani : Hasil panen tahun ini cukup baik.
Siswa   : Apakah hasil panen tersebut dapat ditingkatkan lagi ?
Petani : Bisa, hasil panen bisa ditingkatka lagi.
Siswa   : Bagaimana dan langkah-langkah apa saja yang dapat bapak    lakukan untuk meningkatkan hasil panen bapak ?
Petani  : Untuk meningkatkan hasil panen dapat dilakukan dengan cara pemberian pupuk yang berkualitas, memberantas hama, serta pengairan yang cukup.
Siswa   : Berapa kali bapak memberikan pupuk pada tanaman padi bapak ?
Petani :Kalau padi sudah mendapatkan air yang cukup maka pemberian pupuk dapat dilakukan 2 kali sekali panen.
Siswa   : Dalam 1 tahun berapa kali panen yang bapak lakukan?
Petani  :Dalam 1 tahun panen dapat dilakukan sebanyak 3 kali.
Siswa   : Kami sudah merasa cukup atas informasi yang bapak berikan, kami mengucapkan terima kasih dan semoga panen bapak sangat memuaskan.
Petani : Iya, sama-sama. Semoga informasi yang dapat saya berikan bermanfaat untuk kalian semua.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Video Pebelajaran PPKN

VIDEO PEMBELAJARAN PPKN KELAS 5 & 6: VIDEO I VIDEO II VIDEO III VIDEO IV

- Copyright © Karya Anis'a Novita - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -